Hendra Gunawan

Hanya ingin dikenal dunia….

Salut….Kisah Dua Anak Jalanan Jadi Mahasiswa UI

Posted by Hendra Gunawan on August 21, 2008

Kisah Dua Anak Jalanan Jadi Mahasiswa UI

Miskin Bukan Halangan Untuk Sekolah

DEPOK, KAMIS – Kondisi ekonomi yang sulit bukanlah halangan bagi seseorang untuk bersekolah bahkan hingga perguruan tinggi. Setidaknya itu yang dibuktikan oleh Ais Rohim (19), salah satu anak jalanan yang diterima di Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Ais dan rekannya Ayatulloh Komeni mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tak menghalangi cita-cita mereka untuk melanjutkan pendidikan.

Ketika ditemui Kompas.com di fakultasnya, Ais baru saja menyelesaikan berbagai persyaratan untuk memperoleh beasiswa. Jika melihat sosoknya yang sangat sederhana, orang tak menyangka pemikirannya sangat jauh ke depan dan kemampuan akademisnya cukup baik. Baginya pendidikan adalah prioritas utama. “Miskin tidak jadi hambatan untuk meraih pendidikan, asal ada kemauan,” ujar pemuda asal Gorontalo ini.

Ais mengatakan kedatangannya ke Jakarta tidaklah gampang. Setelah memendam keinginan untuk berkuliah di Jakarta sejak bersekolah di SMA Negeri 1 Limboto Gorontalo, Ais harus menyadari bahwa orang tuanya tak akan mampu membiayainya untuk berkuliah. Masyarakat di daerahnya, termasuk orang tuanya pun masih berpikiran kolot. Bagi mereka, bisa baca-tulis saja sudah cukup. “Tapi menurut saya nggak begitu,” ungkapnya. Pemahaman yang kuat akan betapa berharganya pendidikan serta pengalaman membiayai sekolah sendiri selama SMA membuatnya sedikit memaksa orang tuanya untuk memberi izin.

Memang ketika SMA, Ais harus membiayai kehidupannya sendiri, termasuk biaya sekolah dengan berjualan kresek (plastik belanjaan) dan garam setiap hari Minggu serta menjual permen, makanan ringan dan pulsa di atara teman-teman sekolahnya pada hari biasa. Dari hasil ngutang sana-sini, Ais akhirnya pergi ke Jakarta, tiba di Depok dan tinggal di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Terminal Depok.

Di tempat ini, Ais bersama teman-teman yang lain belajar gratis. Beberapa tenaga pengajar sukarela yang merupakan mahasiswa UI pun melihat potensi akademisnya yang ‘berbeda’. Mereka lalu memberikan kesempatan kepada Ais untuk megikuti bimbingan intensif menjelang penyelenggaraan SNMPTN di salah satu bimbingan belajar di Depok selama enam bulan.

“Akhirnya saya lulus, meski di pilihan kedua, saya sangat bersyukur. Saya bisa buktikan, meski miskin saya bisa. Pasti ada jalan. Semoga bisa jadi semangat buat adik-adik di sekolah (PKBM),” ujar Ais.

Sumber: kompas.com

2 Responses to “Salut….Kisah Dua Anak Jalanan Jadi Mahasiswa UI”

  1. yogs said

    FYI,

    tahun 2009, 1 orang lagi dari tempat ais dan ayat dulu singgah masuk UI.

  2. Yoga said

    Kembali lagi, tahun 2009, 2 orang dari sekolah masjid terminal Depok (Yayasan Bina Insan Mandiri) masuk UI. silakan kontak kawan2 YABIM dan BEM FEUI untuk menelusurinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: