Hendra Gunawan

Hanya ingin dikenal dunia….

BUMN Go Public Catat Pertumbuhan Laba 18,07%

Posted by Hendra Gunawan on November 30, 2009

Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbuka sebanyak 14 emiten mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 18,07% hingga triwulan III-2009. Pendapatan 14 emiten BUMN tersebut tumbuh 10,89%.

Demikian berdasarkan laporan-laporan keuangan perseroan seperti dikutip detikFinance, Senin (30/11/2009).

Total BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 14 BUMN, yakni BUMN sektor tambang dan energi PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), kemudian BUMN sektor konstruksi dan infrastruktur: PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

BUMN farmasi: PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan BUMN sektor perbankan: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Seluruh 14 emiten BUMN tersebut mencatat penjualan hingga triwulan III-2009 sebesar Rp 141,256 triliun, naik 10,89% dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 127,384 triliun.

Laba 14 emiten BUMN tersebut mencapai Rp 31,488 triliun, naik 18,07% dari sebelumnya Rp 26,669 triliun.

Tiga emiten BUMN sektor perbankan yakni BMRI, BBRI dan BBNI mencatat pendapatan Rp 37,45 triliun, naik 15,12% dari sebelumnya Rp 32,531 triliun. Laba tiga BUMN bank tersebut sebesar Rp 11,774 triliun, naik 30,48% dari sebelumnya Rp 9,023 triliun.

Empat emiten BUMN sektor tambang dan energi (TINS, ANTM, PTBA dan PGAS) mencatat pendapatan Rp 31,868 triliun, naik 11,98% dari sebelumnya Rp 28,458 triliun. Laba keempatnya sebesar Rp 7,092 triliun, naik 13,83% dari sebelumnya Rp 6,230 triliun.

Kemudian 5 emiten BUMN sektor konstruksi dan infrastruktur (JSMR, WIKA, ADHI, TLKM dan SMGR) catat pendapatan Rp 69,572 triliun, naik 8,41% dari sebelumnya Rp 64,172 triliun. Laba kelimanya sebesar Rp 12,639 triliun, naik 10,85% dari sebelumnya Rp 11,401 triliun.

Dan, pendapatan dua emiten BUMN farmasi (INAF dan KAEF) sebesar Rp 2,366 triliun, naik 6,43% dari sebelumnya Rp 2,223 triliun. Dua BUMN farmasi ini mencatat rugi Rp 17,864 miliar di triwulan III-2009. Pada periode yang sama tahun 2008, dua BUMN farmasi ini masih membukukan laba Rp 14,950 miliar.

Berikut rincian kinerja 14 emiten BUMN tersebut:

1. TINS catat pendapatan Rp 5,534 triliun, turun 19,72% dari sebelumnya Rp 6,894 triliun. Laba TINS Rp 170,950 miliar, turun 88,53% dari sebelumnya Rp 1,491 triliun.

2. ANTM catat pendapatan Rp 6,267 triliun, turun 17,27% dari sebelumnya Rp 7,576 triliun. Laba ANTM Rp 292,660 miliar, turun 81,97% dari sebelumnya Rp 1,624 triliun.

3. PTBA catat pendapatan Rp 6,554 triliun, naik 31,95% dari sebelumnya Rp 4,967 triliun. Laba PTBA Rp 2,228 triliun, naik 68,66% dari sebelumnya Rp 1,321 triliun.

4. PGAS catat pendapatan Rp 13,513 triliun, naik 49,79% dari sebelumnya Rp 9,021 triliun. Laba PGAS Rp 4,401 triliun, naik 145,31% dari sebelumnya Rp 1,794 triliun.

5. JSMR catat pendapatan Rp 2,618 triliun, naik 4,76% dari sebelumnya Rp 2,499 triliun. Laba JSMR sebesar Rp 735,136 miliar, naik 32,60% dari sebelumnya Rp 554,401 miliar.

6. WIKA catat pendapatan Rp 4,580 triliun, naik 0,32% dari sebelumnya Rp 4,565 triliun. Laba WIKA Rp 132,621 miliar, naik 56,18% dari sebelumnya Rp 84,912 miliar.

7. ADHI catat pendapatan Rp 4,857 triliun, naik 32,63% dari sebelumnya Rp 3,662 triliun. Laba ADHI Rp 64,151 miliar, naik 22,98% dari sebelumnya Rp 52,160 miliar.

8. SMGR catat pendapatan Rp 10,403 triliun, naik 18,25% dari sebelumnya Rp 8,797 triliun. Laba SMGR Rp 2,408 triliun, naik 34,45% dari sebelumnya Rp 1,791 triliun.

9. TLKM catat pendapatan Rp 47,114 triliun, naik 5,52% dari sebelumnya Rp 44,649 triliun. Laba TLKM Rp 9,300 triliun, naik 4,27% dari sebelumnya Rp 8,919 triliun.

10. INAF catat pendapatan Rp 449,051 miliar, turun 26,01% dari sebelumnya Rp 606,935 miliar. INAF rugi Rp 44,626 miliar, meningkat 180,54% dari sebelumnya rugi Rp 15,907 miliar.

11. KAEF catat pendapatan Rp 1,917 triliun, naik 18,55% dari sebelumnya Rp 1,617 triliun. Laba KAEF Rp 26,762 miliar, turun 13,27% dari sebelumnya Rp 30,857 miliar.

12. BMRI catat pendapatan Rp 12,324 triliun, naik 15,53% dari sebelumnya Rp 10,667 triliun. Laba BMRI Rp 4,619 triliun, naik 16,84% dari sebelumnya Rp 3,953 triliun.

13. BBRI catat pendapatan Rp 16,816 triliun, naik 14,36% dari sebelumnya Rp 14,704 triliun. Laba BBRI Rp 5,301 triliun, naik 25,08% dari sebelumnya Rp 4,238 triliun.

14. BBNI catat pendapatan Rp 8,31 triliun, naik 16,06% dari sebelumnya Rp 7,16 triliun. Laba BBNI Rp 1,854 triliun, naik 122,35% dari sebelumnya Rp 832 miliar.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: