Hendra Gunawan

Hanya ingin dikenal dunia….

Akupun Ingin Bahagia Walau Tak Bersama Dia

Posted by Hendra Gunawan on January 29, 2012

Pagi yang cerah itu, seperti hari-hari biasanya, q telah tiba dikantor, biasa..lebih pagi daripada temen kantor lainnya. Jam di kantor menunjukkan pukul 07.45 WIB, Indah, seorang anak kuliahan yang sedang magang dikantor saya, menyapa “Met pagi pak Hen….”..q jawab..”hayo, kok ucapan salamnya malah lupa”…Dia hanya tersenyum, “oh iya”, “assalamu’alaikum pak, met pagi pak Hen”…

Tak biasanya, Indah yang biasanya ceria hari ini agak kurang bersemangat, hanya berselang menitan selalu asyik otak atik HP dan menulis sesuatu di kertas.. Saat itu juga q akhirnya bercanda…” Wah ada yang Galau ni…”, “Kok tau pak”, celetuk Indah..dan q hanya tersenyum saja…Hari itu, dia mohon bantuan untuk mendownload beberapa lagu, dan q iyakan, karena memang kerjaan sedang nggak sesibuk biasanya. Lagunya Judika ama Agnes dong pak..Sejenak q berpikir “emang ada lagu yang baru ya??..” , daripada q bertanya balik q googling aja lewat 4shared.com, dan ketemu beberapa lagunya Judika dan Agnes..”ya, yang Judika – Aku yang Tersakiti, ama itu pak Agnes -Rindu”, “… Q download kedua lagu itu, tidak berapa lama q buka winamp dan mainkan lagu itu… enak didengar, namun benar-benar menyita “hati”…hehehehe…

Sampai sebelum makan siang Indah bercerita, namun satu hal yang pengen saya ceritakan…”apakah semua orang berhak bahagia, pak..??” Indah tiba-tiba bertanya, q diam sesaat dan q jawab, semua orang berhak bahagia…”Namun kenapa saya sampai saat ini (usianya 20 tahun) saya tidak pernah merasa bahagia pak?”…q menghela nafas..”kamu nggak bersyukur sih, hayo bisa sekolah apalagi sampai kuliah itu merupakan suatu kebahagiaan lho..liatlah banyak anak yang nggak bisa bersekolah”, bisa sampai seumur ini dengan sehat wal’afiat itu kebahagian yang tidak terhingga”, kamu yang kurang tu menterjemahkan arti “bahagia”… dia hanya tersenyum, dan q pun berharap anak yang baru gede seperti dia tidak terjebak akan arti “bahagia” secara sempit.

Putaran musik di Winamp pun terus berjalan, kali ini Judika – Aku yang Tersakiti..

pernahkah kau merasa jarak antara kita
kini semakin terasa setelah kau kenal dia
aku tiada percaya teganya kau putuskan
indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
kau pergi tinggalkanku

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
aku pergi untuk dia

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)

“Pak tolong dong ulangin lagunya Judika…lirik yang paling saya suka tu yang ini pak”

            oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
            aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

Kembali q terdiam sambil berkata dalam hati…”wah bener-bener galau ni anak”… dan akhirnya q berkomentar atas lirik lagu itu..“Indah, saya juga pernah mengalami hal itu, dulu saya benar-benar menginginkan seorang wanita untuk jadi pendamping q, namun dia akhirnya memilih untuk meninggalkan saya, walau dia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya,  dan sejak itupun saya selalu berdoa agar saya dapat bahagia walau tak bersama dia”, tak kusangka reaksi yang q dapat malah mengagetkanku…Indah menangis, dan kemudian berlari keluar ruangan…Diri ini terdiam, entah ada yang salah dengan perkataanku…? Tidak berselang lama, HP berbunyi tanda ada sms, “maaf pak, saya minta ijin untuk pulang lebih cepat, saya merasakan apa yang pernah Bapak rasakan itu, dan saya benar-benar lemah menghadapi ini”. Q reply sms tersebut, “ok, hati-hati pulangnya,  dan q tulis sebuah pesan – “Kala sang fajar bersinar di pagi hari, kenapa awan mendung datang?, Semua orang berlarian menjauh. Namun, biarlah sinar itu bersinar menyendiri sepi, kan ada yang akan menemani dengan menerima keadaannya meski harus terkena silaunya” – Itu prinsip q selama ini agar bisa bertahan (nggak tau dulu dapat mana, asal googling saja), tolong diterapkan ya, pasti akan datang seseorang yang nantinya akan menaungi perasaanmu, yang bersedia menerima hatimu apa adanya” dan q kirim sms itu. Q kembali duduk dan melihat coretan-coretan kertas Indah, dia ternyata sedang menulis  lirik dari lagu Agnes – Rindu..

selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi

bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan

getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu

peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam

getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh..

Di akhir lirik itu, q berikan note : Jangan biarkan perasaan itu kembali muncul, atau hatimu akan kembali terjebak dengan seseorang yang tak menginginkan kamu, keep smile girl…

Always Smiling, No Matter How You Feel…Get Up, Dress Up and Show Up…

One Response to “Akupun Ingin Bahagia Walau Tak Bersama Dia”

  1. Knph Dia Perg! Dri Khdupan Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: